Info Sekolah
Kamis, 08 Okt 2026
  • SMAN 2 MADIUN -- SEKOLAH PRESTASI -- Widya Tinata Ambuka Budi
  • SMAN 2 MADIUN -- SEKOLAH PRESTASI -- Widya Tinata Ambuka Budi
8 Oktober 2026

Belajar dan Terus Evaluasi Diri untuk Menjadi Juara

Kam, 8 Oktober 2026 Dibaca 0x Uncategorized

Tim olimpiade kedokteran SMAN 2 Madiun kembali meraih penghargaan bergengsi di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tanggal 30 Agustus 2026. Penghargaan tersebut diraih oleh Joanne Callysta Meidy (XII-4) dan Hafizh Nabeel Daiyan Santoso (XII-4). Keduanya menjadi Juara 3 Olimpiade Kedokteran dan Biologi ‘AMSA Youth Project (AYP)’ tingkat Nasional tahun 2026. 

Olimpiade Kedokteran dan Biologi ‘AMSA Youth Project (AYP)’ merupakan agenda tahunan yang ditujukan untuk siswa-siswi SMA di seluruh Indonesia yang mempunyai bakat dan minat di bidang kedokteran umum. Seleksi pertama adalah babak penyisihan. Dalam babak ini pengerjaan soal harus individu meski lombanya beregu. Babak penyisihan ini dilakukan secara daring dalam pengawasan yang ketat oleh panitia. Joanne dan Hafizh dinyatakan lolos ke babak semifinal yang dilaksanakan luring di FKKMK UGM. 

Persiapan menghadapi babak semifinal dilakukan tiga bulan sebelum hari H. Namun, keduanya juga mempersiapkan latihan untuk final dan grand final. Mulai dari pembagian materi, latihan menghafal anatomi-histologi, latihan cerdas cermat dan presentasi kasus. Keduanya juga dibantu oleh para mahasiswa kedokteran dan dokter alumni SMAN 2 Madiun, sehingga persiapan tahun ini lebih matang daripada tahun lalu. 

Sebenarnya Joanne dan Hafizh sudah pernah mengikuti lomba serupa di tahun 2025. Namun, mereka belum beruntung untuk menjadi juara. Kegagalan tersebut yang membuat keduanya mengevaluasi apa yang kurang dari metode belajar dan strategi yang dipakai. Hingga di tahun 2026 mereka dapat memperbaiki apa yang kurang. Keduanya terus belajar memahami konsep materi, latihan soal dan menambah waktu belajar. Bahkan Joanne mengaku pernah belajar selama sepuluh jam saat hari libur untuk mempersiapkan olimpiade kedokteran ini. Terkadang mereka rela begadang hanya tidur beberapa jam saja demi mempelajari materi kedokteran dan biologi. Mereka juga belajar mengatur waktu antara ekstrakurikuler dan bimbingan lomba. 

Mereka mengungkapkan bahwa kegagalan di tahun sebelumnya tidak menghentikan langkah mereka untuk terus mencoba hingga berhasil. Mereka berpesan kepada adik-adik kelas agar terus belajar. Belajar dari kegagalan juga penting. Karena dari kegagalan kita bisa mengevaluasi kelebihan dan kekurangan kita. Dari kegagalan kita bisa belajar menyusun strategi lebih baik. Mereka juga berpesan untuk terus menjaga semangat belajar karena di luar sana saingan-saingan dari sekolah lain juga tak kalah hebat. Kalau tidak bisa konsisten belajar, maka akan banyak ketinggalan. Itu sama saja memberi peluang lebih besar bagi para pesaing dari sekolah lain untuk menjadi juara. Apalagi pesaing-pesaingnya juga banyak yang dari sekolah unggulan. Sehingga perlu niat dan tekad yang kuat untuk terus konsisten dalam belajar. Satu hal lagi yang perlu diterapkan dalam olimpiade kedokteran, yaitu tetap percaya diri. Siapa pun pesaingnya harus dihadapi dengan optimis. Jangan lupa juga banyak berdoa kepada Tuhan. Dengan mendekatkan diri pada Tuhan dapat membuat pikiran dan mental tetap tenang menghadapi ujian. Selain itu, motivasi yang kuat diperlukan untuk membentuk mental juara. Joanne dan Hafizh termotivasi untuk bisa menjadi juara karena dua tahun yang lalu kakak kelasnya juga menjadi juara olimpiade kedokteran AYP FKKMK UGM. Sehingga keduanya ingin mempertahankan gelar juara itu agar tetap diraih oleh SMAN 2 Madiun.

Joanne dan Hafizh berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran selama lomba. Mereka juga berterima kasih kepada orang tua, Bapak Kepala, Bapak/Ibu Guru, Bapak/Ibu karyawan dan teman-teman di SMAN 2 Madiun yang senantiasa mendukung dan mendoakan mereka. Harapan mereka di masa depan semoga dapat mempelajari ilmu kedokteran lebih mendalam hingga dapat diterapkan untuk menolong sesama. Harapan untuk SMAN 2 Madiun semoga semakin banyak mencetak generasi muda berprestasi.

***

Author : Nurul Ika Noviyanti, S.Pd (Guru SMAN 2 Madiun)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar