Info Sekolah
Rabu, 15 Apr 2026
  • SMAN 2 MADIUN -- SEKOLAH PRESTASI -- Widya Tinata Ambuka Budi
  • SMAN 2 MADIUN -- SEKOLAH PRESTASI -- Widya Tinata Ambuka Budi
7 Desember 2025

Jangan Takut Kegagalan dan Berani Melampaui Batas Diri: Strategi Tim Olimpiade Kedokteran SMAN 2 Madiun untuk Menjadi Juara

Ming, 7 Desember 2025 Dibaca 62x Humas / Kesiswaan

SMAN 2 MADIUN–SEKOLAH PRESTASI

SMAN 2 Madiun memiliki segudang prestasi yang terus diraih oleh murid-murid nya setiap tahun. Sesuai dengan tagline ‘Sekolah-Prestasi’, SMAN 2 Madiun mampu membuktikan eksistensinya dalam bidang akademik maupun non akademik. Tahun ini tim olimpiade biologi SMAN 2 Madiun berhasil menorehkan prestasi dalam bidang lomba olimpiade kedokteran hewan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bergengsi. Prestasi tersebut diraih oleh Joanne Callysta Meidy, Reina Darin Gibraltar dan Hafizh Nabeel Daiyan Santoso. Keberhasilan ketiganya tentu tidak diraih secara instan, melainkan dengan penuh perjuangan tanpa mengenal patah semangat. 

Perjalanan ketiga murid-murid dimulai sejak kelas X. Mereka awalnya mengikuti seleksi OSN biologi. Mereka bertiga terpilih menjadi delegasi SMAN 2 Madiun untuk bertanding di OSN tingkat kota. Sebelum OSN, ketika kelas X mereka juga sempat mengikuti Olimpiade Biologi di beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Surabaya dan Universitas PGRI Adibuana Surabaya. Namun, mereka belum berhasil masuk grandfinal. Perjuangan mereka tidak serta merta berhenti begitu saja. Mereka terus belajar dan mengevaluasi diri dari pengalaman lomba sebelumnya. Hingga ketika kelas XI, mereka memutuskan untuk mencoba lomba-lomba lagi baik di bidang biologi maupun rumpun kedokteran. 

Di awal kelas XI mereka mengikuti Olimpiade Biologi dan Kedokteran “AMSA Youth Project (AYP)” Fakultas Kedokteran, Kesehatan  Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka berhasil lolos ke final setelah meraih peringkat 4 di babak semifinal karena memiliki unggul di praktikum anatomi dan histologi. Sayangnya, mereka belum beruntung melaju ke babak grandfinal. Sempat ada rasa kecewa karena mereka sudah belajar dengan maksimal hingga begadang sampai larut malam. Mendapati kegagalan, mereka tidak menyerah begitu saja. Mereka mencoba mengikuti Olimpiade Biologi “OBELIA” di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UINSATU). Mereka kembali menjadi finalis dan belum berhasil menjadi grandfinalis. Lagi-lagi kegagalan menorehkan rasa kecewa di hati mereka. Sempat kehilangan rasa kepercayaan diri juga ketika kembali ke sekolah karena belum meraih juara. Namun, mereka kembali bangkit untuk kompetisi lain di waktu dekat.

Mereka terus belajar dan memperbaiki metode yang dirasa kurang. Terutama untuk praktikum, mereka belajar lagi melatih skills menggunakan alat-alat laboratorium. Mereka mempraktikkan metode praktikum yang telah dipelajari dari modul, diantaranya praktikum parasitologi dan anatomi veteriner. Selain itu, mereka juga mengikuti bimbingan belajar dengan mahasiswa kedokteran hewan Universitas Airlangga yang juga merupakan alumni SMAN 2 Madiun baik secara online maupun offline. Perjuangan ini tidak sia-sia. Ketiganya berhasil meraih juara 3 olimpiade kedokteran hewan ‘OZON’ FKH Universitas Gadjah Mada (UGM) dan juara 1 olimpiade kedokteran hewan ‘VENOL’ yang diselenggarakan oleh FKH Universitas Airlangga (UNAIR). Ketiganya tak lupa membagikan tips untuk adik-adik kelasnya yang mungkin akan mengikuti olimpiade kedokteran, yaitu sebagai berikut.

  1. Hafalkan jauh-jauh hari untuk anatomi dan parasitologi.
  2. Membuat istilah-istilah khusus/singkatan kata untuk mempermudah hafalan parasitologi.
  3. Membuat coret-coretan untuk belajar biologi molekuler dan fisiologi agar mudah memahami. Bisa berupa mind map.
  4. Manfaatkan waktu luang untuk lebih banyak belajar daripada scroll media sosial.
  5. Harus percaya diri dan jangan merasa tertekan ketika belajar.
  6. Menjaga stamina agar tetap bugar untuk belajar.
  7. Harus berani keluar dari zona nyaman dan melebihi batas diri jika ingin menjadi juara.
  8. Jangan takut untuk mencoba dan jangan takut menghadapi rintangan di luar sana meski banyak. Mental yang kuat sangat dibutuhkan untuk menghadapi lawan-lawan yang juga hebat di luar sana.
  9. Jangan takut akan kegagalan, karena dengan kegagalan kita akan terus belajar mengevaluasi diri agar kelak menjadi yang terbaik. 
  10. Banyak berdoa. Selain belajar, doa adalah cara terbaik melalui jalur langit untuk menjadi juara. Mendekatkan diri pada Tuhan mampu membawa ketenangan batin dalam keadaan tertekan saat lomba.

Tahun depan Joanne, Hafish dan Darin berencana mengikut olimpiade kedokteran umum dan kedokteran gigi. Mereka akan terus berjuang dan berdoa untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Mereka sangat berterima kasih kepada kedua orang tua yang selama ini selalu mendukung dan mendoakan mereka. Tak lupa berterima kasih kepada Bapak Kepala SMAN 2 Madiun, bapak/ibu guru, karyawan dan alumni SMAN 2 Madiun yang juga telah banyak membantu untuk persiapan lomba. Harapan mereka untuk ke depannya semoga semakin banyak menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional, sehingga dapat terus mengharumkan nama baik SMAN 2 Madiun. Semoga dengan banyaknya prestasi ini dapat membawa mereka menuju masa depan yang lebih cerah sesuai apa yang mereka cita-citakan. Semoga prestasi mereka dapat menginspirasi dan memotivasi teman-teman maupun adik-adik kelasnya agar menjadi murid yang berprestasi juga. Ingat! Jangan gampang menyerah jika mengalami kegagalan. Segala sesuatu tidak dapat diraih secara instan. Jadi, tetap bersabar, berusaha dan berdoa untuk meraih keberhasilan. Usaha dan doa tidak akan mengkhianati hasil. Semangat berprestasi!

***

Author: Nurul Ika Noviyanti, M.Pd. (Guru SMAN 2 Madiun)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar