Info Sekolah
Minggu, 26 Apr 2026
  • SMAN 2 MADIUN -- SEKOLAH PRESTASI -- Widya Tinata Ambuka Budi
  • SMAN 2 MADIUN -- SEKOLAH PRESTASI -- Widya Tinata Ambuka Budi
7 September 2025

Usaha dan Doa: Strategi Meraih Cita-Cita Alumni SMAN 2 Madiun melalui Jalur Duniawi dan Jalur Langit

Ming, 7 September 2025 Dibaca 205x Uncategorized

SMAN 2 MADIUN–SEKOLAH PRESTASI

Abria Orthi Indriato dan Widhi Ageng Satrio Nugroho merupakan salah satu murid berprestasi selama bersekolah di SMAN 2 Madiun. Mereka terkenal sebagai tim olimpiade biologi dan kedokteran yang telah banyak menorehkan prestasi hingga hingga tingkat nasional. Tentu saja prestasi tersebut mengharumkan nama SMAN 2 Madiun di kancah nasional. Keduanya adalah sahabat yang sangat kompak dalam mengikuti berbagai kompetisi sains bidang biologi dan kedokteran. Selain kompak, keduanya juga pekerja keras dan rajin ibadah. 

Abria orthi Indriatno atau yang sering dipanggil Orthi, sejak kecil terbiasa menjadi anak yang pekerja keras. Sejak kecil ia selalu meluangkan waktu untuk belajar setiap hari. Ketekunannya dalam belajar berlanjut hingga ia duduk di bangku SMA. Setelah pindah ke Madiun, Orthi memutuskan untuk bersekolah di SMAN 2 Madiun karena menurutnya iklim pembelajaran di sekolah ini cocok dengan dirinya yang suka belajar. Meski disibukkan dengan belajar, tetapi Orthi juga tetap aktif mengikuti ekstrakurikuler PMR dan KIR. Bahkan ia pernah menjadi ketua PMR tahun 2023-2024. Orthi mulai mendalami bidang biologi ketika kelas X SMA. Awalnya ia mencoba ikut seleksi OSN tingkat sekolah, ternyata langkah kecil ini membuat Orthi berani untuk melangkah lebih tinggi untuk menggapai prestasi. 

Dalam hal membagi waktu antara belajar dan organisasi, Orthi menerapkan sistem time blocking atau planner yang kira-kira menjabarkan kapan ia harus mengurus organisasi dan belajar. Orthi selalu ingat bahwa tujuan utamanya sebagai pelajar adalah belajar. Jika dibuat persentase, Orthi menjelaskan bahwa 70% waktunya dibuat untuk fokus belajar dan meraih prestasi di lomba biologi dan kedokteran, sisanya baru organisasi. Motivasi utama Orthi mengikuti berbagai lomba kedokteran  adalah memperbanyak portofolio prestasi. Motivasi lain adalah untuk mengeksplorasi berbagai hal seputar kedokteran yang dapat menunjang perkuliahan nantinya. Orthi punya prinsip kalau ia bermalas-malasan, pasti banyak orang di luar sana yang berjuang lebih kuat untuk menjadi pemenang, sehingga Orthi berkeinginan kuat untuk menjadi pemenang. Prinsip inilah yang membuatnya lebih giat belajar dan bekerja keras. Berikut prestasi yang pernah diraih oleh Orthi selama menjadi siswa SMAN 2 Madiun.

  1. Juara 3 Olimpiade Kedokteran Gigi Dasar Depa’s Infection FKG Universitas Gadjah Mada  tingkat nasional tahun 2023.
  2. Semifinalis Medical Science dan Application Competition (Medspin) FK Universitas Airlangga tingkat internasional tahun 2023.
  3. Juara 2 OSN Biologi tingkat Kota Tahun 2024.
  4. Juara 3 General Biology and Medical Olympiad ‘AMSA Youth Project’ (AYP) FKKMK Universitas Gadjah Mada tingkat nasional tahun 2024.
  5. Juara harapan 1  olimpiade kedokteran MOSCO AMSA FK Universitas Sumatra Utara tingkat nasional tahun 2024.
  6. Semifinalis Medical Science dan Application Competition (Medspin) FK Universitas Airlangga tingkat internasional tahun 2024.

Usaha kerasnya dalam meraih prestasi ini membawa Orthi berhasil diterima di prodi pendidikan dokter Universitas Brawijaya (UB) melalui jalur SNBP. Bukan hanya usaha keras dalam belajar, menurut Orthi ada faktor lain yang dapat mempengaruhi kesuksesannya, yaitu ibadah dan doa. Orthi sangat rajin pergi ibadah ke gereja setiap hari minggu. Ia juga rajin mengikuti pelayanan gereja.  Menurut Orthi semua yang dicapainya sampai saat ini tidak mungkin bisa terwujud tanpa campur tangan Tuhan. Ia memegang teguh sebuah prinsip “Ora et Labora”, yang berarti berdoa dan bekerja. Artinya dalam mengusahakan sesuatu tentunya juga harus disertai dengan berdoa kepada Tuhan. Menurut Orthi pribadi, berdoa menjadi salah satu jalan keluar ketika kita mendapatkan masalah. Dengan berdoa kita sesungguhnya berkomunikasi dengan Tuhan untuk mencari jawaban dari permasalahan kita. Jadi, kita harus melibatkan Tuhan dalam segala langkah di hidup kita. Harapan Orthi di masa depan semoga ia bisa survive selama menjalani perkuliahan di kedokteran yang tidak mudah serta penuh tantangan. Meski demikian, Orthi juga ingin menjadi mahasiswa aktif yang berprestasi. Ia juga berharap dapat lulus tepat waktu. Di masa depan Orthi bercita-cita melanjutkan pendidikan dokter spesialis bedah. Orthi berpesan kepada adik-adik kelasnya di SMAN 2 Madiun untuk terus mengembangkan diri, membangun kebiasaan baik, dan teruslah berprestasi demi mengharumkan almamater SMAN 2 Madiun. Jangan lupa untuk tetap rajin beribadah dan berdoa minta dimudahkan oleh Tuhan. Ingatlah kalimat bijak Albert Einstein  “Science without religion is lame, religion without science is blind”.

Selaras dengan Orthi, Widhi Ageng Satrio Nugroho juga merupakan salah satu siswa yang sering membawa nama harum SMAN 2 Madiun di setiap lomba. Pemuda yang kerap disapa Widhi ini pernah menjadi anggota ekstrakurikuler KIR. Ia pernah pernah bertugas membuat soal SMADA Science Olympiad (SOLID). Widhi sudah terbiasa mengikuti berbagai kompetisi sains sejak duduk di bangku sekolah dasar. Motivasinya ikut lomba adalah untuk mencari pengalaman, memperluas relasi dan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuannya dalam bidang yang ia sukai. Widhi sudah mempunyai kesadaran diri sejak kecil untuk belajar keras dari pengalaman berbagai kompetisi yang ia ikuti. Widhi menggunakan sistem time blocking untuk belajar. Ia menggunakan waktu belajarnya hanya untuk fokus belajar, sehingga tidak gampang terdistraksi gadget. Setiap akan lomba, ia selalu berusaha menguasai materi sampai paham betul. Ia rela bangun di tengah malam untuk sholat sunnah, berdoa kepada Tuhan dan lanjut belajar sampai pagi. Usahanya belajar keras jalur duniawi dan jalur langit ini membuahkan hasil. Ia mampu meraih berbagai prestasi selama duduk di bangku SMA, diantaranya sebagai berikut.

  1. Juara 1 OSN Biologi tingkat Kota Madiun tahun 2023.
  2. Juara 3 Olimpiade Kedokteran Gigi Dasar Depa’s Infection FKG Universitas Gadjah Mada tingkat nasional tahun 2023.
  3. Semifinalis Medical Science dan Application Competition (Medspin) FK Universitas Airlangga tingkat internasional tahun 2023.
  4. Juara 1 OSN Biologi tingkat Kota Madiun tahun 2024.
  5. Juara 3 General Biology and Medical Olympiad ‘AMSA Youth Project’ (AYP) FKKMK Universitas Gadjah Mada tingkat nasional tahun 2024.
  6. Juara 2 Olimpiade Biologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman tingkat nasional tahun 2024.
  7. Semifinalis Medical Science dan Application Competition (Medspin) FK Universitas Airlangga tingkat internasional tahun 2024.
  8. Finalis Kompetisi Sains Bidang Biologi SMA Award Jawa Pos tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2024.

Widhi berharap prestasinya ini dapat membantunya lolos SNBP masuk PTN, tetapi ternyata belum rezeki. Ia lantas tidak mudah menyerah. Ia mencoba jalur SNBT, PPKB UI dan jalur SPMB UNS. Sayangnya, ia belum beruntung lagi di jalur tersebut. Widhi sempat kecewa dan sedih karena merasakan kegagalan untuk kesekian kalinya. Namun, ia kembali bangkit dan tetap melanjutkan perjuangan. Bagi Widhi, mengalami banyak kegagalan bukan berarti ia tidak bisa. Ia tetap berpikiran positif bahwa Tuhan sedang mengujinya untuk tetap memperjuangkan PTN terbaik sampai mendapatkannya meski harus keluar dari zona nyaman. Widhi tetap berusaha dengan cara belajar konsisten, berdoa, rajin ibadah wajib, menambah ibadah sunnah, serta sedekah untuk sesama. Sejak kecil ia selalu rajin ibadah sholat wajib. Ia rajin puasa sunnah Senin & Kamis semenjak kelas X SMA. Selama memperjuangkan PTN sampai sekarang, Widhi selalu menyempatkan waktu untuk menambah ibadah sholat sunnah di sepertiga malam. 

Widhi menjelaskan selama bulan Ramadhan ia semakin rajin menambah ibadah sholat sunnah, mengaji dan berdoa di masjid sampai menjelang sahur setiap harinya. Begitu juga saat menjelang Idul Adha, ia mengamalkan banyak doa saat puasa sunnah arafah. Ia juga membaca amalan-amalan doa yang dibacanya ratusan kali dalam sehari. Ketika tahun baru Islam tiba, ia pun memanfaatkannya untuk berdoa. Bahkan ia sering menyempatkan waktu untuk istighosah sendiri di rumah. Kegagalan baginya bukan alasan untuk melupakan Tuhan, justru dengan kegagalan kita harus mendekatkan diri pada Tuhan. Ia mengatakan bahwa jalur langit itu sangat penting dan sangat manjur. Mungkin Tuhan menguji kita dengan kegagalan agar kita tidak menjadi manusia yang sombong, agar Tuhan menghindarkan sesuatu yang buruk dari kita. Mungkin Tuhan punya rencana yang lebih indah di masa depan. Ia selalu percaya bahwa Tuhan memberinya ujian karena Tuhan sangat menyayanginya. Widhi selalu berpikiran positif bahwa kegagalan tersebut adalah cara Tuhan menjadikannya hamba yang tidak bertinggi hati dan tidak berendah diri. Selama yakin pada kuasa Tuhan, maka Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik. 

Berkat usaha keras tanpa kenal lelah, kesabaran dan keteguhan hati, Widhi diterima menjadi mahasiswa prodi pendidikan dokter gigi di Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB). Ia sangat bersyukur atas doa-doanya yang dikabulkan oleh Tuhan meski harus jatuh berkali-kali dan bangkit berkali-kali. Impiannya untuk melanjutkan studi di kampus peringkat 2 besar terbaik di Indonesia terwujud. Di masa depan Widhi bercita-cita melanjutkan pendidikan dokter spesialis orthodonti, melanjutkan S3 dengan beasiswa dan menjadi dosen kedokteran gigi. Pesan Widhi kepada adik-adik kelasnya untuk tetap berjuang sekeras mungkin jika ingin melanjutkan pendidikan di kampus peringkat 3 besar terbaik di Indonesia. Kegagalan itu bukan akhir dari segalanya, justru itu adalah awal dari seribu keberhasilan di masa depan. Lebih lanjut, ia berpesan untuk tetap percaya pada proses, jangan sombong, dan jangan mudah patah semangat jika ada yang meremehkan. “Don’t listen to them, do they even know”.

Orthi dan Widhi berterima kasih banyak kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan banyak pertolongan dalam usaha mereka meraih cita-cita, baik jalur duniawi maupun jalur langit. Mereka berterima kasih kepada orang tua yang selalu menjadi mendukung dan mendoakan mereka tiada henti. Tak lupa mereka juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala SMAN 2 Madiun, Bapak/Ibu guru dan karyawan SMAN 2 Madiun yang telah banyak memberikan dukungan dalam meraih cita-cita. Harapan mereka untuk SMAN 2 Madiun semoga semakin banyak mencetak generasi unggul dengan segudang prestasi. Semoga SMAN 2 Madiun tidak hanya mencetak generasi emas yang berintelektual tinggi, tetapi juga generasi emas yang memiliki kecerdasan spiritualitas tinggi. Jaya selalu SMAN 2 Madiun.

***

Author : Nurul Ika Noviyanti, M.Pd. (Guru SMAN 2 Madiun)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar